Marhaban Ya Ramadhan Halo Sahabat CELUDI ( Cerita Lucu Unik Lucu Dan Inspirasi ) - Kali ini Saya Membagikan Sebuah Kisah Yang Sangat Bermakna Buat Anda Yaitu Kisah Marhaban Ya Ramadhan Spesial Buat Anda Pembaca CELUDI Langsung Saja Kita Mulai Dengan Hadis Dibawah ini :
Marhaban Ya Ramadhan
Halo Sahabat CELUDI ( Cerita Lucu Unik Lucu Dan Inspirasi ) - Kali ini Saya Membagikan Sebuah Kisah Yang Sangat Bermakna Buat Anda Yaitu Kisah Marhaban Ya Ramadhan Spesial Buat Anda Pembaca CELUDILangsung Saja Kita Mulai Dengan Hadis Dibawah ini :
Anas RA berkata : Suatu ketika Rasulullah Saw. duduk di antara para sahabatnya. Tiba-tiba, beliau tersenyum, hingga nampak gigi serinya. Melihat itu, Umar bertanya, “Apakah yang menyebabkan engkau tersenyum, Ya Rasulullah?”Rasul terdiam sejenak lalu berkata, “Ada dua orang berlutut di hadapan Tuhan Rabbul Izzati. Lalu yang satu berkata, ‘Aku menuntut hakku yang dianiaya oleh kawanku itu,’” jawab Rasul.
“Allah kemudian menyuruh orang yang menganiaya, ‘Kembalikan haknya’. Orang itu menjawab, ‘Saya tidak akan memberikannya, karena tidak ada sesuatupun kebaikan untukku”. Maka berkatalah orang yang menuntut itu, ‘Suruhlah ia menanggung dosaku.’” Lanjut Nabi.
Tiba-tiba Rasul Saw. mencucurkan air matanya. Ia menangis sambil bersabda: “Sesungguhnya hari itu sangat ngeri, hari dimana tiap-tiap orang ingin kalau orang lain menanggung dosanya. Lalu Allah Ta’ala berfirman kepada yang menuntut:
“Lihatlah ke atas kepalamu, perhatikanlah surga-surga itu. Maka ia mengangkat kepalanya lalu berkata: ‘Ya Tuhan, aku melihat gedung-gedung dari emas yang bertaburkan mutiara, untuk nabi yang manakah?’”
Allah menjawab: “Semua itu untuk siapa saja yang membayar harganya.”
Ia bertanya: “Siapakah yang dapat membayar harganya?”
Allah menjawab: “Engkau mempunyai harganya.”
Ia berkata: “Apakah itu, Ya Tuhan?”
Allah menjawab: “Memaafkan kawanmu itu.”
Tanpa menunggu lagi, ia langsung berkata, “Robb, sungguh aku memaafkan dia.”
Maka Allah berfirman: ”Peganglah tangan kawanmu itu dan masuklah kalian berdua ke surga.”
Sambil mengusap mutiara bening yang menetes di pipinya itu, Rasul kemudian membaca “Fattaqullaaha wa ashlihuu dzaata bainikum, sebab Allah memperbaiki (mendamaikan) antara kaum mukminin di hari kiamat” (HR. Abu ya’la Al Maushili).
Masihkah kita ragu untuk memaafkan. Sungguh besar nikmat yang kita dapat jika memaafkan kesalahan - kesalahan saudara kita.
Marhaban Ya Ramadhan
Sekian Dan Terima Kasih Telah Sempat Berkunjung Di CELUDI ini

COMMENTS